by

Ada 5 Jenis Difteri, Ini Perbedaannya

Difteri memiliki lima jenis, dan perbedaannya bisa diketahui dari gejala yang muncul. Apa saja?

Difteri adalah penyakit menular yang bisa mematikan. Jika selama ini Anda hanya mengenal satu jenis difteri, waktunya buka mata lebar-lebar. Nyatanya, ada lima jenis yang bisa dibedakan dari lokasi infeksi dan gejalanya.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, berikut ini adalah lima jenis difteri.

  1. Difteri hidung

Jenis ini menginfeksi hidung. Dikatakan oleh dr. Dyah, gejalanya adalah pilek ringan dan adanya lendir (ingus) yang berwarna. “Di selaput hidung bisa terlihat membran putih,” tambannya.

  1. Difteri faring

Difteri menyerang faring (tenggorokan), dengan gejala demam ringan, badan lemas, dan nyeri saat menelan. Dua hari setelah terinfeksi bakteri, akan muncul selaput berwarna putih atau kelabu yang menutup amandel dan faring. Kondisi ini harus ditangani segera.

“Jika tidak, maka akan timbul gejala pembengkakan kelenjar di leher (bullneck), yang dapat mengganggu saluran pernapasan hingga jadi sesak, gagal napas, dan bisa sebabkan kematian,” jelas dr. Dyah.

  1. Difteri laring

Difteri laring (saluran pernapasan yang membawa udara menuju trakea) adalah kelanjutan dari difteri faring. Akan timbul gejala suara serak, batuk kering, gangguan pernapasan, hingga kematian mendadak.

  1. Difteri kulit

Pada kulit, difteri bisa menimbulkan gejala luka dan terdapat selaput putih atau kelabu di atas luka tersebut.

  1. Difteri mata

Gejala yang tampak berupa mata yang memerah, bengkak, serta terbentuknya selaput berwarna putih di area mata.

Alasan mengapa difteri bisa mematikan

Difteri bisa mengancam nyawa karena dapat membentuk racun (eksotoksin) yang sangat ganas.

“Penyakit ini dapat merusak jaringan jantung, otak, dan saraf di area tenggorokan setelah beberapa jam masuk ke dalam tubuh. Penyebabnya adalah bakteri Corynebacterium diphtheriae,” kata dr. Dyah menjelaskan.

Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri tersebut akan berkembang biak pada permukaan selaput pernapasan. Selanjutnya racun akan diproduksi, yang merambat ke jaringan di sekelilingnya. Jika tidak ditangani dengan benar, maka racun akan menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah. Seram, ya?

Karena itu, mengenali gejala difteri sangat penting agar penderita bisa ditangani sesegera mungkin, sehingga tingkat kesembuhannya lebih baik.

Gejala difteri yang harus Anda kenali adalah:

  • Demam menggigil
  • Kelenjar bengkak di leher
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak

Gejala lanjutannya adalah sulit menelan dan kerusakan otot jantung.

Kini Anda telah mengetahui lima jenis difteri yang bisa dibedakan lewat lokasi dan gejalanya. Vaksin merupakan langkah pencegahan paling efektif. Langkah lainnya yang juga tak kalah penting adalah dengan menjaga kebersihan tubuh, pakaian, lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat.

News Feed