by

Majukan Agrobisnis Kawasan Ijen Kolaborasi LPEI dengan Pemkab Banyuwangi

LPEI (Lembaga Ekspor Indonesia) atau Indonesia Eximbank kini kembali bersinergi dengan para Pemerintah Daerah dalam upaya untuk mengembangkan sebuah produk lokal unggulan, sehingga nantinya bisa menciptakan daya sangat yang sangat berkualitas ekspor serta bisa meningkatkan kapasitas untuk para pelaku usaha guna untuk menopang ekonomi kerakyatan yang ada di kawasan Ijen.

Salah satu kabupaten yang berada di perbatasan antara Provinsi Timur dengan Bali yaitu Banyuwangi, menjadikannya suatu daerah perbatasan yang sangat strategis. Taman Nasional Agrowisata Kawasan  Ijen dimiliki oleh Banyuwangi, kawasan ini juga sangat terkenal dengan keindahan alamnya sehingga tidak heran jika tempat tersebut dijadikan sebagai tujuan para wisata lokal bahkan sampai mancanegara.

Bukan hanya mempunyai obyek wisata yang indah, tetapi juga mempunyai sebuah produk kopi dan juga beras yang sudah sangat lama dibudidayakan oleh sebagian besar masyarakat sekitar. Khususnya di sekitaran lereng gunung Ijen Banyuwangi, wilayah Kalipuro sebagai komoditi kopi dan Glagah sebagai komoditi padi.

Tidak hanya sampai di situ saja, tetapi kawasan ini juga mempunyai keunggulan yang lainnya yaitu, kedua komoditi tersebut akan dikelola dengan sangat baik sehingga nantinya bisa mempunyai nilai serta daya saing yang cukup tinggi. LPEI Indonesia sebagai salah satu Special Mission Vehicle atau SMV dari Kementerian Keuangan RI, sangat mendukung sekali adanya program dari Pemerintah guna untuk memajukan sektor ekonomi dan juga pariwisata yang kreatif di tengah-tengah pandemi Covid-19 saat ini, dan salah satu kawasannya yaitu agrowisata.

Maqin U. Norhadi selaku Direktur Pelaksana II LPEI mengatakan bahwa “Sebagai upaya yang dilakukan guna untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha dan juga menciptakan daya saing yang berkualitas ekspor. LPEI membangun sebuah kolaborasi dan sinergi dengan para Pemkab (Pemerintah Kabupaten) daerah Banyuwangi di Kawasan Agrowisata Ijen yaitu, sebuah program pelatihan organik untuk mereka para petani kopi dan beras.”

Komitmen serta sinergi tersebut akan dituangkan ke dalam bentuk penandatanganan sebagai bentuk kerja sama antar kedua belah pihak. KKIB (Koperasi Klaster Ijen Banyuwangi) dengan LPEI dan jua PT. Souvantara Portaverda Gemilang atau Souvantara sekitar 5 Mei tahun lalu 2021. Simbolis dari Peluncuran Program Pendampingan Pengembangan serta Potensi dari Kawasan Agrowisata yang ada di Ijen Banyuwangi ini disaksikan oleh Guntur Priambodo sebagai  Asisten Pemkab dibidang Pembangunan dan Perekonomian, Maqin U. Norhadi selaku Direktur Pelaksana II LPEI, dan juga para pemangku kepentingan yang lainnya, sekaligus untuk menandai dimulainya sebuah program untuk pelatihan ini.

Guntur Priambodo juga mengatakan bahwa para Pemkab Banyuwangi ini sangat mendukung semua pihak yang bisa memajukan perekonomian khususnya yang ada di Banyuwangi.

“Saat ini Banyuwangi sedang bangkit dari situasi ekonomi yang terjadi saat ini. khususnya untuk ekspor, di tahun ini saja sudah ada beberapa sektor yang bisa dengan mampu untuk melakukan kegiatan ekspor perdana mereka. Selain itu, ekspor langsung juga sudah mulai bisa dilakukan lewat salah satu Pelabuhan yang ada di Banyuwangi. Sehingga saat ini kita sangat mendukung sekali atas adanya sebuah kerja sama antara Souvantara, LPEI dan KKIB agar bisa menghasilkan komoditas beras dan juga kopi Banyuwangi dapat dengan mudah untuk masuk ke dalam Pasar Internasional” ungkap dari Guntur Priambodo

Itulah beberapa hal yang bisa kami berikan untuk kalian, semoga artikel ini bisa membantu menambah pengetahuan kalian.