by

Tips Sukses Menggunakan Robot Trading Berisiko Tinggi

Robot trading dalam praktiknya menggunakan beragam strategi saat mengeksekusi order-order trading. Strategi-strategi tersebut memiliki kadar risiko masing-masing. Umumnya, semakin tinggi risiko maka semakin besar pula potensi pendapatan profit-nya. Contoh dari robot trading berisiko adalah yang menggunakan strategi martingale dan averaging. Dengan strategi tersebut, deposit akun Anda dapat segera terkuras habis jika tidak berhati-hati.

Maka dari itu, supaya risiko tidak melebihi keuntungan, berikut adalah saran dan tips untuk diikuti jika Anda menggunakan sistem trading otomatis berisiko tinggi. Simak penjelasannya yang di rekomendasikan oleh autotrade gold.

1. Trading Dengan Akun Sen

Robot trading berisiko tinggi sebaiknya hanya digunakan sebatas pada akun sen saja. Jika trader menggunakan akun standar (1 lot= 100,000 unit), ancaman setiap posisi untuk menyentuh batas margin call akan menjadi sangat tinggi, jika ketahanan modal tidak cukup besar.

Setidaknya, dengan ukuran lot kecil, robot trading berisiko tinggi dapat memiliki kesempatan lebih banyak untuk menutup posisi profit di atas loss. Sekali lagi, akun sen meminimalisir kerugian dengan memperkecil ukuran lot.

2. Gunakan Leverage Maksimum

Leverage maksimum diperlukan untuk memperbesar ketahanan modal. Praktisnya, robot trading berisiko tinggi rata-rata membutuhkan posisi untuk floating hingga ratusan pip sampai akhirnya dapat menutup posisi dengan keuntungan. Inilah alasannya kenapa direkomendasikan menggunakan leverage di atas 1:200 (margin 0.5%).

Secara teknis, leverage tinggi tersebut memungkinkan robot trading untuk membuka posisi dengan nilai lot sekecil 0.01, walaupun modal Anda terbatas. Kontras dengan praktik umumnya di mana trader justru malah membuka nilai lot lebih besar dari 1 pada leverage tinggi.

3. Ikuti Petunjuk Pemakaian

Petunjuk pemakaian seringkali diacuhkan oleh trader, padahal segala macam informasi penting tercantum di dalamnya. Akibatnya, kesalahan dalam mengoperasikan robot trading berisiko tinggi berujung pada margin call.

Ikuti instruksi petunjuk pemakaian seperti rekomendasi minimal deposit, ukuran lot, target pair, dan lain sebagainya. Poin-poin tersebut penting untuk diperhatikan, karena developer sudah benar-benar mengatur setting robot trading sesuai panduan tersebut.

4. Tes Performa Dengan Akun Demo

Sebelum menggunakan robot trading di akun real, pastikan untuk menguji performanya dengan metode backtest pada akun demo. Uji backtest bertujuan untuk mengetahui indikasi-indikasi performa robot trading seperti drawdown, rasio profitabilitas, jumlah pembukaan dan penutupan posisi, dan lain sebagainya.

Dari hasil backtest tersebut, Anda dapat membandingkan performa aktual dengan apa yang diiklankan oleh developer robot trading berisiko tinggi. Jika menurut trader sudah sesuai, silahkan uji lagi dengan forward test sampai paling tidak satu bulan di akun demo pula hingga benar-benar yakin.

5. Withdraw Profit Secara Teratur

Robot trading berisiko tinggi memang mampu menjanjikan profit besar, tapi karena risiko juga sama tinggi, sebaiknya Anda mengamankan dana di akun sebelum robot trading “berulah”. Idealnya, tarik dana secara teratur sampai sejumlah dengan deposit awal. Intinya, dana yang ditradingkan dengan robot trading, nantinya hanya akan menggunakan uang hasil profit.